Sunday, March 3, 2013

Goodbye as a Pope, Joseph Ratzinger... Your service always belongs to us

This photo from: Wikipedia-Biography of Pope Benedict XVI

Februari lalu dunia geger karena Bapa Joseph Aloisius Ratzinger akan meletakkan jabatan kepausannya. Telah ditetapkan pada 28 Februari 2013. Jujur, aku nahan tangis, yah... Hampir sepanjang sejarah hidupku pribadi, satu-satunya Paus yang paling kuingat adalah Paus Benediktus XVI atau Joseph Ratzinger tersebut. Mungkin seiring usiaku tua, sehingga lebih mengerti guna Paus bagi kehidupanku. Bapa Ratzinger terkenal sebagai Paus yang sangat tradisional. Ajarannya begitu ortodoks dan dia menetapkan beberapa peraturan yang sangat, sangat, sangat kultural. Tetapi, di luar dari semua itu, aku adalah perempuan hampir limabelas tahun yang dibesarkan dalam Katolik Roma yang kental, dan bisa dibilang sedikit ortodoks. Didasari oleh kedua kakek-nenekku dari Ma. Setiap hari, mereka berdua pergi ke gereja untuk pelayanan. Ma sendiri sangat aktif sangat remaja. Pa menjadi aktivis gereja dulunya, dan merupakan Putra Altar yang cukup rajin. Selain itu, Pa menyukai menyanyi, sehingga dia mengikuti paduan suara. Setiap Minggu, kalau aku dan Pascal (adikku) tidak ke gereja, Ma akan marah besar. Begitulah... Dan keluargaku sangat melarang aku melakukan hubungan seksual ringan. Semacam berciuman, yang sedang cukup ngetren di kalangan teman-temanku. Bahkan berpelukan! Kami didoktrin untuk tidak melakukan hal itu, dan mempersembahkan segalanya yang TERMURNI untuk pasangan sehidup semati kami suatu saat nanti, atau jika kami memutuskan hidup berselibat, kami sangat murni untuk Tuhan. Jadi, kami dan Bapa Suci Ratzinger begitu menyatu secara paradigma. Sehingga saat dia mengumumkan pengunduran dirinya, mengingat usia yang tidak muda dan cukup sakit-sakitan, kami terkaget-kaget. Aku bahkan menggunting kliping berita tiap hari tentang Vatikan dan Bapa Ratzinger, dan kutempel di buku harian. Aku sedih tidak berkorespondensi dengan dia. Dan pidato terakhirnya, dia berkata pada intinya, "Di antar Bapak-bapak Kardinal ini, pasti ada yang menjadi Paus. Saya berjanji akan menaati segala yang diatur salah satu dari Anda TANPA SYARAT." Terharu!
Young Pope Benedict XVI-Thanks to this forum

 Tetapi Pa sempat meragukan, karena Bapa Ratzinger memimpin dunia per-Katolik-an selama ini dengan sangat tradisional. Jika penerusnya melakukan gerakan revolusioner dengan melakukan perubahan modern pada paradigma Katolik, Pa meragukan Bapa Ratzinger akan taat tanpa syarat. Tapi, waktu yang akan membuktikan. Hanya ada dua harapan, semoga Vatikan menemukan pemimpin gereja Katolik Roma yang tepat, sehingga Katolik semakin maju. Kedua, semoga Bapa Joseph Ratzinger selalu disertai Tuhan, dan menikmati masa tuanya senikmat-nikmatnya. Bagaimanapun, your service always belongs to us. Saya dan keluarga sering kali mendoakan ia dan kesehatannya. Goodbye as a Pope, Father Ratzinger! But you used to be a leader, and no one forget it, and me as well =)

No comments:

Post a Comment